Hijrah Dari Kampung Kumuh, Inisiator Kampung Bekelir Sambangi Kreativitas Warga Sumur Pacing

 
Rabu, 12/09/2018 15:10 WIB
Hijrah Dari Kampung Kumuh, Inisiator Kampung Bekelir Sambangi Kreativitas Warga Sumur Pacing  (Ilustrasi: ) Ditemani Ketua PHBS M. Arief , Inisiator Kampung Bekelir Ibnu Jandi S.sos,MM ketika melihat Program Kemandirian masyarakat RW 04 , Kelurahan Sumur Pacing

Lenteranews, TANGERANG –  Berangkat dari kemandirian warga RW 04 , Kelurahan Sumur Pacing , Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang yang tengah membenahi wilayahnya agar tidak di lebeli kampung Kumuh , Melalui program pembenahan lingkungan yang berorientasi pada peningkatan perekonomian warga dengan cara mengkaryakan lahan tidur menjadi lahan produktif. Menggugah  Motivator Pembangunan yang juga inisiator Kampung Bekelir Ibnu Jandi, S.sos, MM untuk datang menyambangi warga disana.

“Berbekal informasi dari Lurah Sumur Pacing , Saya ingin melihat langsung kegiatan  kemandirian  warga yang tengah merealisasikan program penataan lingkungan berbasis peningkatan perekonomian, yang sedianya bisa dijadikan telaahaan pengayaan inovasi warga dalam pembangunan,”  Tutur Jandi pada Lenteranews, disaat meninjau langsung  lokasi RW 04, Rabu,(12/09/2018).

Ditemani Ketua PHBS M. Arief , Inisiator Kampung Bekelir dengan detail melihat langsung rutinitas pemberdayaan masyarakat , mulai dari pertanian hingga  peternakan yang ada disana.

“Realisasinya sudah bagus memberdayakan lahan tidur menjadi lahan tepat guna bagi masyarakat , Dimana program ini telah melahirkan karakter manusia yang sebelumnya tidak produktif menjadi produktif,” Tutur Jandi.

Lahirnya program penataan lingkungan berbasis kemandirian warga disana, Jandi Menilai Konsep pembanguanan yang seperti inilah yang bisa melahirkan kesadaran perilaku hidup bersih dan sehat.

“Terintegrasinya penataan lingkungan dengan peningkatan ekonomi warga akan membentuk pertanggungjawaban moral yang mengkristal dimasyarakat,yang berujung pada ruh pembangunan itu sejatinya dimulai dari masyarakat” Terang Jandi.

Sementara itu Ketua PHBS M. Arief, Mengungkapkan proses pemberdayaan penataan lingkungan berbasis ekonomi kemasyarakatan yang menggunakan lahan tidur tersebut.

“Luas lahanya kurang lebih 3 Hektare, Dimana dahulunya lahan ini penyumbang kekumuhan bagi lingkungan,  karena tidak dirawat, Dengan adanya inisiasi pemberdayaan oleh warga ,akhirnya para warga meminta izin kepada pemilik lahan untuk memberdayakan lahannya , dan Alhamdullilah disetujui,” Ungkapnya.

Berbekal persetujuan itulah para warga disana bisa meningkatkan taraf perekonomian melaui program pertanian dan peternakan produktif.

Seperti diketahui  , Sebelumnya RW 04 Mendapat gelar Kampung Kumuh berdasarkan   Surat Keputusan (SK) Forum Kota Tangerang Sehat (FKTS), Atas dasar itulah para warga  melakukan pembenahan lingkungan disegenap aspec, Diantaranya dengan pembenahan lahan tidur yang dianggap menjadi salah satu factor lebel kumuh hingga   dijadikan lahan produktif yang berlokasi di Kampung Laban Bulan Mede RT 05, RW O4, Kelurahan Sumur Pacing , Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang.

Mengacu kepada status Kampung Kumuh yang tengah disandang wilayahnya , Ketua PHBS(Perilaku Hidup Bersih dan Sehat ) Rw 04 , Kelurahan Sumur pacing , M. Arief mencoba merubah penilaian tersebut dengan melakukan telaahan factor penyebabnya.

“SK FKTS 2017 , RW 04 berstatus Kampung Kumuh , Berangkat dari sanalah kita bersama warga disini melakukan terobosan pembenahan lingkungan , salah satunya dengan memberdayakan lahan tidur yang ada disini yang menurut kami menjadi bagian dari penyebab status kampung kumuh,” Kata Arief, Rabu,(12/09/2018).

Menurut Arief , Pemberdayaan lahan tidur menjadi lahan produktif dengan luas kurang lebih 30.000 Meter persegi tersebut  , hasilnya telah  mendongkrak taraf perekonomian warga disana.

“Dengan diberdayakannya lahan tidur menjadi produktif,   bertujuan bukan hanya  untuk mengentaskan predikat Kampung kumuh saja,  akan tetapi  peningkatan perekonomian wargapun akan dilahirkan melalui pemberdayaan lahan disini, Karena factor ekonomi  menjadi peran vital menuju hidup sehat” Katanya.

Adapun jenis kegiatan pemberdayaan lahan oleh warga disana, Arief menerangkan,”Untuk saat ini yang sudah berjalan ada dua kelompok usaha , yakni , Kelompok Usaha tani yang tengah menjalankan kegiatannya dengan melakukan penamanan sayur dan buah serta Kelompok peternakan , seperti Ternak ayam , Kambing dan  pemberdayaan perikanan diantaranya ikan lele dan mujair,” terangnya.

Berdasarkan hasil pemberdayaan lahan tersebut , Arief menambahkan,”Hasilnya telah bisa dinikmati oleh warga langsung, diantaranya panen sayur, bahkan untuk panen ikan kemarin hasilnya telah bisa dijual kepada rumah makan,” Tambahnya.

Sementara itu Yadi (50) salah seorang warga,  merasa terbantu dengan pemberdayaan lahan , Pasalnya dia bisa mengisi rutinitas hariannya dengan berternak ayam.

“Sebelumnya tidak ada kegiatan kerja , Dengan adanya pemberdayaan lahan disini saya mempunyai rutinitas yang menghasilkan melalui peternakan ayam kampung ,” Kata Yadi.

Berdasarkan jumlah RT , RW 04 memiliki lima rukun tetangga (RT) dengan jumlah Kepala Keluarga kurang lebih 300 KK , Sedangkan Lahan tidur yang tengah diberdayakan oleh warga statusnya milik perusahaan batik yang sudah tidak produksi yang  berlokasi di Kampung Laban bulan Mede RT 05 RW 04 , Kelurahan Sumur Pacing.

 

 

 

Berita Lainnya