Berdasarkan UU, Parpol Baru Tidak Masuk Dalam Surat Suara Pilpres

 
Kamis, 5/04/2018 11:28 WIB
Berdasarkan UU, Parpol Baru Tidak Masuk Dalam Surat Suara Pilpres (Ilustrasi: ) foto ilustrasi

Lenteranews – Berdasarkan implementasi  UU 7/2017 tentang Pemilu,  Komisi Pemilihan Umum (KPU) melalui rancangan Peraturan KPU (PKPU) terkait logo Partai Politik  (parpol) baru yang menjadi  pendukung tidak dicantumkan di surat suara Pilpres 2019.

" KPU bekerja dengan  melaksanakan peraturan undang-undang,” kata komisioner KPU Wahyu Setiawan kepada wartawan, Rabu (4/4/2018).

Mengacu kepada Pasal 222 UU No 7/2017 yang menyatakan tentang presidential threshold atau ambang batas pengusungan capres/cawapres Pilpres 2019 merujuk pada pencapaian suara Pemilu 2014. Oleh Karena itu, partai baru peserta Pemilu 2019 otomatis tak bisa mengusung capres/cawapres. Parpol baru hanya bisa turut mendukung lantaran belum memeroleh suara di pemilu sebelumnya.

Meskipun terekesan  ada perbedaan perlakukan antara partai baru dan partai lama, KPU menyatakan tetap memberikan hak yang sama kepada tiap parpol. Parpol baru diperkenankan ikut mengampanyekan capres/cawapres yang didukungnya.

"Partai baru memiliki hak mengampenyakan ,Hanya bedanya kalau partai pendukung tidak dicantumkan di surat suara pilpres. Tapi di surat suara pileg ya otomatis ada. Kan pemilunya serentak," ucap Wahyu.

"Dengan mengacu kepada undang – undang  kita akan melayani semua parpol dengan adil dan setara,” pungkasnya.

Berita Lainnya
Berita hari ini