KPU Larang Gambar Tokoh Nasional Dan Mantan Presiden Pada Alat Peraga Kampanye

 
Selasa, 27/02/2018 06:53 WIB
KPU Larang Gambar Tokoh Nasional Dan Mantan Presiden Pada Alat Peraga Kampanye (Ilustrasi: )

Lenteranews – Karena bukan pengurus Partai Politik (Parpo), Komisi Pemilihan Umum melarang gambar tokoh yang bukan pengurus partai dipasang dalam desain alat peraga kampanye. Di antaranya gambar tokoh hingga mantan presiden, seperti Sukarno, Soeharto, dan BJ Habibie.

Larangan tersebut tertuang dalam Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur, Bupati dan Wakil Bupati, atau Wali Kota dan Wakil Wali Kota. dimana Pasal 29 PKPU membunyikan tentang desain dan materi bahan kampanye yang difasilitasi oleh KPU Provinsi/KIP Aceh atau KPU/KIP kabupaten/kota atau yang dicetak oleh pasangan calon sebagaimana dimaksud dalam Pasal 23 ayat 1, ayat 2, dan ayat 3. Aturan itu menjelaskan parpol dilarang mencantumkan foto atau nama Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dan/atau pihak lain yang tidak menjadi pengurus partai politik.

"Jadi, kalau ada gambar Bung Karno, Pak Harto, Jendral Sudirman, KH Hasim Ashari, Kiai Ahmad Dahlan, itu tidak diperkenankan gambar ada dalam alat peraga dan bahan yang difasilitasi KPU," ujar komisioner KPU Wahyu Setiawan, di Hotel Sari Pan Pacific, Jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat, dikutif dari detik.com Senin (26/2/2018).

Sejatinya para tokoh nasioanl tersebut tidak ada dalam alat peraga kampanye yang difasilitasi KPU.

“Gambar tokoh boleh digunakan hanya untuk kepentingan internal partai politik. Konteksnya masih diperkenankan dipasang pada acara-acara internal partai” ungkap Wahyu..

Berita Lainnya