Optimalkan Layanan Publik, Wali Kota Gagas Integrasi E-Government

 
Selasa, 10/07/2018 17:59 WIB
Optimalkan Layanan Publik, Wali Kota Gagas Integrasi E-Government (Ilustrasi: ) Optimalkan Layanan Publik, Wali Kota Tangerang Gagas Integrasi E-Government

Lenteranews, TANGERANG - Pemerintah kota (Pemkot) Tangerang berencana mengintegrasikan secara penuh sistem electronic government (e-government) yang selama ini telah terbangun. Hal ini dimaksudkan untuk lebih mengefektifkan pelayanan publik di kota Tangerang.

"Intinya kita ingin menyederhanakan proses birokrasi yang ada dengan mengintegrasikan semua aplikasi yang telah terbangun ," ujar Wali Kota Arief R. Wismansyah saat memimpin Rapat Integrasi E-gov di Ruang Rapat Wali Kota, Selasa (10/07/2018).

"Dan semua berkas harus segera didigitalisasikan," imbuhnya.

Arief juga menjelaskan bahwa integrasi sistem e-gov menjadi jawaban atas berbagai persoalan yang dihadapi selama penerapan sistem smart city di kota Tangerang.

"Ini merupakan hasil dari evaluasi yang telah kami lakukan terhadap berbagai aplikasi yang telah terbangun," ucapnya.

Selama ini, menurut Arief proses administrasi keuangan contohnya, memerlukan proses yang panjang dalam hal perencanaan, penganggaran dan juga proses pencairannya.

"Jadi selama ini terkesan lama karena proses input datanya yang berulang belum lagi proses verifikasinya," papar Arief mencontohkan.

Demikian pula dengan pelayanan publik, baik itu terkait pendidikan, kesehatan maupun perizinan dan administrasi kependudukan, Arief berharap kedepan hanya cukup satu aplikasi yang terintegrasi yang bisa memudahkan akses masyarakat terhadap layanan publik yang ada.

"Jadi enggak perlu lagi bawa foto copy KTP atau KK, atau berkas lain, karena semuanya itukan sudah ada di database jadi tinggal tarik aja datanya," terangnya.

"Mau perizinan tinggal ketik nama datanya semua muncul, demikian pula ketika mau daftarin anak sekolah atau ke RS pemerintah. Enggak perlu isi formulir pendaftatan dan bawa berkas lagi," imbuhnya.

Sehingga melalui integrasi aplikasi e-gov ini diharapkan tidak ada lagi proses birokrasi yang berbelit, yang berbiaya tinggi dan terkesan ribet karena harus bawa berkas yang banyak.

"Saya kalau berkunjung ke ruang kerja pegawai, meja kerjanya pada berantakan karena berkas yang menumpuk. Dan ada OPD yang harus nyewa gudang hanha untuk menyimpan berkas yang sebenarnya bisa didigitailisasi,"

"Dan melalui full integrasi aplikasi e-gov ini saya berharap tidak ada lagi berkas yang menumpuk dan keterlambatan pelayanan publik karena berkasnya terselip. Karena semuanya bisa diakses secara online," paparnya.

Terakhir Arief menegaskan bahwa jika sistem tersebut bisa diintegrasikan maka akan ada efisiensi baik dari sisi publik sebagai user maupun dari sisi anggaran pemerintah daerah sebagai operator.

"Karena enggak ada lagi biaya buat belanja ATK, karena sudah paperless, masyarakat juga tinggal klik aplikasi untuk mendapatkan layanan yang tersedia, enggak perlu repot mikirin cuti kerja atau biaya ojek. Karena bisa diakses di rumah atau di tempat kerjanya," pungkas Arief.

 

 

Berita Lainnya