Pandeglang Kesulitan Hadapi Pengusaha Waralaba Nakal

 
Selasa, 28/04/2015 16:00 WIB
Pandeglang Kesulitan Hadapi Pengusaha Waralaba Nakal (Ilustrasi: )

LenteraNews – Kabupaten Pandeglang – Badan Pelayanan Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Satu Pintu (BPMPPTSP) Kabupaten Pandeglang mengaku kesulitan menghadapi pengusaha nakal yang tidak tertib perizinan. Terutama pengusaha waralaba atau mini market yang sudah berdiri tapi belum memproses izin.

"Kita kesulitan untuk memantau waralaba, karena banyak yang berdiri tapi belum berizin. Ini seharusnya dari awal bisa diantisipasi jika pemerintah kecamatan setempat melakukan pengawasan," ujar Sekretaris BPMPPTSP, Mubagyo, Selasa (28/04/2015).

Kasus terbaru yakni beroperasinya 5 waralaba ilegal yang berlokasi di Kecamatan Bojong, Picung, Pagelaran, Cikedal dan di Kecamatan Cipeucang. Menurutnya, ke lima waralaba itu meski sudah beroperasi namun belum mengajukan perizinan usaha.

"Saya pernah survey tiga dari lima waralaba, ternyata di struk pembelian tercantum jika waralaba itu Alfamart. Kita sudah berkirim surat ke perusahaan Alfamart dan juga Satpol PP untuk segera melakukan tindakan," ungkapnya.

Selain ke lima waralaba yang belum berizin, pihaknya juga sudah menginventarisir ada 19 lokasi mini market yang berada di lingkungan pasar tradisional.

19 mini market itu akan habis masa izinnya dan diminta untuk berpindah lokasi karena bertentangan dengan Perda Nomor: 12 Tahun 2010 tentang Pedoman Penyenggaraan Waralaba, Pusat Perbelanjaan dan Toko Modern.

"19 mini market itu jika ingin memperpanjang izin, kita minta untuk pindah lokasi. Jika tidak mau, kita tidak akan keluarkan izinnya," tegas Mubagyo.(gus).

Berita Lainnya