Penerimaan Siswa Baru SMP 2 Sukamulya Bermasalah

 
Jum`at, 15/07/2016 15:11 WIB
Penerimaan Siswa Baru SMP 2 Sukamulya Bermasalah (Ilustrasi: )

LenteraNews – Tangerang - Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di Kabupaten Tangerang berlangsung ricuh, di SMP Negeri 2 Sukamulya para orang tua, Jumat (15/07/2016), terlibat adu mulut bahkan nyaris adu jotos dengan pihak panitia penerimaan siswa baru. 

Kericuhan antara orang tua dan panitia penerimaan di picu oleh perubahan standarisasi Nilai Ebta Murni (NEM) yang diberlakukan pihak sekolah, akibat perubahan tersebut, sedikitnya 200 calon siswa baru gagal terdaftar menjadi siswa di sekolah negeri ini. 

Para orang tua yang sebelumnya mengetahui anaknya bakal di terima di sekolah tersebut langsung murka dan menghardik para penitia yang bertugas di sekolah, mereka mempertanyakan alasan tidak diterimanya anak mereka di SMP Negeri 2 Sukamulya tersebut. 

Dari pantauan di lokasi, para orang tua calon siswa ini meluapkan kekesalahannya kepada panitia penerimaan peserta didik baru SMP Negeri II Sukamulya Kabupaten Kangerang. “ Kenapa anak saya tidak diterima, padahal anak saya sebelumnya diterima disekolah ini,” teriak salah satu orang tua. 

Tidak hanya meluapkan kekesalan, para orang tua ini juga nyaris terlibat adu jotos dengan petugas. 

Pihak sekolah sendiri melakukan perubahan standari sasi penerimaan dari NEM 23 menjadi NEM 24 yang hanya diterima disekolahan tersebut, sehingga para orang tua yang sebelum perubahan NEM sudah mendapatkan jatah kursi untuk anaknya langsung gugur dengan sendirinya, namun upaya perubahan ini ditolak para orang tua.

Erik Kusuma orang tua mengatakan, aksi protes orang tua ini dipicu lantaran pihak sekolah menaikan standar nilai ujian nasional, dari 23 menjadi 24. “ Akibatnya, sebanyak dua ratus siswa pendaftar pertama yang nilai ujian nasionalnya 23 tidak diterima di SMP 2 Sukamulya ini,” terangnya.

Lain halnya dengan Sarina orang tua siswa lainnya, ia mengatakan, penerimaan peserta didik baru disini snagat kacau, katanya pakai standarisasi, tapi hanya omong kosong, “ Katanya yang diterima NEM 23 kenapa anak saya yang NEMnya 24 malah ditolak darimana tidak kesal,” paparnya.

Sementara Suharya guru SMP Negeri 2 Sukamulya mengatakan, penerimaan peserta didik baru menggunakan prosedur passing grade, dimana standarisasi akan terus berubah tidak pernah di flat, “ Jadi ketika NEM kecil maka akan terus tereliminasi, disamping itu kurangnya ruang kelas, membuat pihak sekolah hanya mampu menerima dua ratus calon siswa dari empat ratus yang mendaftar, sedangkan pendaftar dua kalilipatnya,” ujarnya. (nies)

Berita Lainnya