Dolar Naik Pengrajin Tahu Panik Turunkan Jumlah Produksi

 
Rabu, 5/09/2018 12:26 WIB
Dolar Naik Pengrajin Tahu Panik Turunkan Jumlah Produksi (Ilustrasi: ) Para pengrajin tahu di Desa Pondok Jaya tengah menjalankan produksi

Lenteranews, TANGERANG – Terpuruknya nilai tukar rupiah terhadap dolars hingga berada  dikisaran angka Rp. 15.000,00 perdolar Amerika, Membuat kepanikan para pengrajin tahu tradisional yang mayoritas berlokasi di Desa Pondok Jaya, Kecamatan Sepatan , Kabupaten Tangerang , Banten.

Dengan menurunkan jumlah  produksi tahu  harian mereka yang dihantui Kecemasan naiknya harga kacang kedelai pasca naiknya nilai tukar dolar terhadap rupiah berdampak pada Kepanikan para pengrajin tahu yang ada disana.

“Menjaga stok kedelai yang ada, terpaksa kita turunkan jumlah produksi karena kekhawatiran kita akan naiknya harga kedelai baru pasca kenaikan dolar,” Ungkap Salam salah seorang pengrajin tahu yang sudah menggeluti usahanya secara turun temurun, Rabu,(5/09/2018).

Berdasarkan kafasitas harian produksi tahu milik usahanya tersebut, Salam menerangkan,”Kalau harga kedelai stabil seperti stok harga kemarin yang berada di angka Rp.7.500,00 Kg, Kita mampu memproduksi tahu dengan bahan baku kedelai 300 Kg perhari, Akan tetapi untuk saat ini guna menunggu kepastian harga kedelai baru pasca naiknya dolar terpaksa kita mengurangi jumlah produksi sebanyak 50% , yakni hanya 150 Kg Perharinya,” Terang Salam .

Senada dengan Salam , Ii salah seoarang pengrajin tahu yang ada disana mengungkapkan hal yang sama, dirinya masih menunggu kepastian harga kedelai baru pasca naiknya dolar.

“Sambil menunggu harga kedelai baru, Untuk saat ini kita menyiasatinya dengan menghemat pemakain stok kedelai harga lama, karena nilai jual tahu dipasaran belum ada kenaikan,” ungkap Ii.

Menyikapi phenomena dolar tersebut , Guna menjaga keberlangsungan usahanya , Para pengrajin tahu disana tidak mau berspekulasi dengan menaikan harga dan mengurami volume tahu buatannya.

“Kalau  kita kurangi ukurannya , maka secara otomatis tahu produksi kita akan ditinggalkan pembeli,” Kata Ii.

Demi melestarikan keberlangsungan usaha yang sudah dijalankan turun temurun tersebut ,Salam dan Ii bersama para pengrajin tahu  lainnya hanya bisa berharap kepedulian pemerintah menjaga stabilitas harga kedelai.

“Semoga pemerintah bisa mengambil kebijakan yang bisa memberikan solusi terhadap keberlangsungan para pengrajin tahu yang masih bergantung pada bahan baku kedelai import,” Harap Ii.

 

Berita Lainnya