Banten Gelar Festival dan Lomba Permainan Anak Tradisional 2016

 
Rabu, 9/03/2016 19:06 WIB
Banten Gelar Festival dan Lomba Permainan Anak Tradisional 2016 (Ilustrasi: )

LenteraNews – Serang -- Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Banten menggelar Festival dan Lomba Permainan Anak Tradisional Tahun 2016 di Museum Negeri Provinsi Banten eks Pendopo Lama Gubernur Banten, Rabu (09/03/2016).

Kepala Disbudpar Provinsi Banten Opar Sohari mengungkapkan, berdasarkan data yang telah terinventarisir di Disbudpar Banten ada 37 permainan anak tradisional. Namun tidak menutup kemungkinan masih banyak permainan anak tradisional yang belum terinventarisir. Sebagaimana diketahui permainan-permainan tradisional jaman dulu seperti enggrang, bakiak, congklak, kelereng, engklek, dan lain-lain saat ini mulai tergerus dengan jaman.

“Jika kita bandingkan, permainan modern dengan permainan tradisional, Tentunya lebih banyak manfaatnya permainan tradisional,” katanya.

Menurut Opar, manfaat permainan tradisional diantaranya bisa melatih interaksi sosial anak, dengan melalui permainan tradisional anak akan belajar berinteraksi sosial dengan teman-temannya. Hal ini tentunya sangat baik bagi perkembangan anak.

Selain itu, lanjutnya, melatih anak untuk belajar kerjasama, dan melatih anak untuk menjadi kreatif. Karena permainan tradisional adalah permainan yang tidak memiliki permainan yang tidak tertulis. Biasanya, peraturan permainan akan disepakati oleh semua anggota. Sehingga dalam hal ini tentunya perlu kreatifitas anak untuk melakukan permainan agar menjadi menarik.

“Permainan tradisional juga melatih emosi anak, hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok sehingga dapat membangun emosi anak timbul toleransi, empati terhadap orang lain, dan sikap sportif,” katanya.

Kabid Kebudayaan Disbudpar Banten Yemelia menambahkan, kegiatan ini diikuti sebanyak 80 anak dari perwakilan delapan kabupaten/kota di Banten. Kegiatan ini merupakan kegiatan perdana yang dilakukan Disbudpar Banten dalam upaya melestarikan permainan anak tradisional yang saat ini mulai tergerus dengan perkembangan jaman. Karena permainan anak tradisional ini juga merupakan kearifan lokal yang perlu dilestarikan keberadaannya.

“Bahkan ke depan kita akan menggandeng Dindik untuk membantu melakukan sosialisasi permainan anak tradisional ini ke sekolah-sekolah. Sehingga ketika anak-anak beristirahat bisa mempermainkan permainanan tradisional tersebut,” katanya. (dhi)

Berita Lainnya
Berita hari ini