Kembali Getok Harga, Destinasi Wisata Anyer Dikecam Netizen

 
Selasa, 11/02/2020 18:13 WIB
Kembali Getok Harga, Destinasi Wisata Anyer Dikecam Netizen (Ilustrasi: )

 

 

Lenteranews.com, SERANG - Pantai anyer merupakan Primadona para wisatawan yang hendak menghabiskan liburannya bersama keluarga. Namun Polemik dengan getok harga mahal, tidak ada habis-habisnya.

Pada tahun 2014, terjadi getok harga disalah satu rumah makan yang berada di kawasan karang bolong anyer, pengunjung di getok dengan harga yang sangat tidak wajar.

Ikan bakar dihargai Rp 400 ribu, 1 cumi saos tiram Rp 180 ribu, 3 cah kangkung Rp 200 ribu, 1 baso sapi Rp 20 ribu, 2 nasi putih Rp 90 ribu, 2 lalap+sambal Rp 30 ribu, dan 1 es teh manis Rp 80 ribu. Jumlah total yang harus dibayar oleh pemesan adalah Rp 1 juta. Hal ini sempat membuat geger para penikmat eksotisme pantai anyer.

Hari ini Selasa (11/02/2020), terjadi kembali soal harga tiket masuk yang di keluhkan oleh pengunjung pantai anyer.

Salah satu akun facebook  Komunitas Pengusaha Muda Banten, yang memiliki 8.539 menyukai akun ini, menyebarkan informasi adanya tiket mahal yang dinilai tidak sebanding dengan fasilitas yang disediakan oleh pihak pengelola pantai.

"Bagaimana menurut dulur banten, tempat pariwisata di banten ini harga tertulis di karcis 35

rb, minta 40rb." Tulis akun Facebook, Komunitas Pengusaha Muda Banten, Selasa, (11/02/2020).

Akun itu juga meminta kepada pihak berwajib, untuk dapat segera menindak oknum yang dinilai tidak rasional dalam mematok harga karcis dengan nominal yang tertera sebesar Rp.35.000.

"Tolong yang berwenang, berantas oknum pengelolanya,".

Dengan adanya postingan tersebut, tidak sedikit warga media sosial facebook ikut geram, dengan kondisi Pariwisata di Pantai anyer ini.

Dari pantauan LenteraNEWS, Postingan tersebut sudah dibanjiri dengan 52 Komentar, 15 Dibagikan dan 52 Like.

"Pelaku Pariwisata di Anyer bukan  berfikir bagaimana mengembangkan pariwisata tp berfikir bagaimana mengembangkan omset yg besar.  Itu pemikiran yg sangat salah !!!," tulis akun Vicky Agung Triana.

"Yg lucu lagi kita sudah bayar Tapi segala kerusakan dan kehilangan kendaran anda bukan tanggung jawab kami, aneh kan. Itu maksudnya cari keuntungan tapi bego tidak ada tanggung jawabnya seorang pekerja pengolah pariwisata," Tulis Akun Septian Tirta Segara.

 

Berita Lainnya
Berita hari ini