Kangen Nasi Ulam Sedaap ! Hadir di Stand Wisata Kuliner Kampung Bekelir

 
Jum`at, 1/12/2017 09:34 WIB
Kangen Nasi Ulam Sedaap ! Hadir di Stand Wisata Kuliner Kampung Bekelir (Ilustrasi: ) Stand wisata kuliner Kampung Bekelir

Lenteranews, TANGERANG – Nasi ulam makanan khas Tangerang yang sudah mulai langka , dikarenakan sulitnya menemukan pembuat dan penjualnya. So ! pastinya anda pun lebih sering menyantap nasi uduk dan yang lainnya ketimbang nasi ulam. Hayo, benar enggak? Atau, jangan-jangan Anda malah belum pernah mencicipi Nasi Ulam? Bila ya, agar anda tidak dihinggapi penyesalan karena belum pernah merasakan kenikmatan nasi ulam yang sesungguhnya ,  Padahal, hidangan berbahan dasar nasi berbaur serundeng ini , sekarang sudah bisa ditemui di Stand kuliner Kampung Bekelir Babakan yang berlokasi di jalan Kali pasir indah ,RW 01, Kelurahan Babakan, Kota Tangerang.

Ya! Kampung Bekelir Babakan selain  menjadi Kampung Wisata mural dan graffiti, ternyata menyuguhkan wisata kuliner khas Tangerang yang sudah langka , salah satunya nasi ulam.

“Kita hadirkan nasi ulam disini sebagai bentuk dedikasi dalam menjaga warisan Kuliner Khas Tangerang agar tidak punah” kata Inisiator Kampung Bekelir Ibnu Jandi, Jum’at,(1/12/2017).

Dengan harga dibawah Rp.10.000 perporsi nasi ulam Kampung Bekelir sudah bisa dinikmati bersama satu paket  varian lauknya , diantaranya telur dadar, jengkol, mentimun, sambal , emping, kemangi dan taburan bawang goreng , dengan kemasan yang khas menggunakan daun pisang batu pilihan.

Bukan hanya menghadirkan nasi ulam saja, stand kuliner Kampung Bekelir yang mulai buka pukul 16:00 – 23: Wib juga menyuguhkan aneka kuliner khas Tangerang lainnya.

“Ya ! Semua aneka kuliner khas Tangerang yang sudah mulai langka kita suguhkan disini , diantaranya Sate Manis, Emping Jengkol Tangerang, Jahe merah Tangerang, Nasi Kuning rempah serta banyak item kuliner tradisional khas Tangerang  lainnya” tutur Jandi.

Dengan suguhan kuliner Tradisonal khas Tangerang ,stand wisata kuliner kampung bekelir yang berada di sepanjang bantaran Sungai Cisadane ini menambah khasanah kearifan lokal serta suasana menikmati kuliner yang berbeda,  hingga membuat pemburu kuliner tradisional betah berlama-lama disini. 

Berita Lainnya