LKP : Realisasi Program PEMDA Kota Tangerang 2017 Lebih Penting Dari Realisasi APBD

 
Kamis, 26/10/2017 15:21 WIB
LKP : Realisasi Program PEMDA Kota Tangerang  2017 Lebih Penting Dari Realisasi APBD (Ilustrasi: ) Dirut LKP Ibnu Jandi S.sos MM

Lenteranews , TANGERANG –  Belum tercapainya keinginan Wali Kota Tangerang mengenai serapan anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kota Tangerang yang masih tersisa 32%, mendapat tanggapan, bahwa Realisai Program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) lebih penting dibandingkan dengan Realisasi Keuangan Daerah/APBD. Hal itu diutarakan  Direktur Lembaga Kebijakan Publik Ibnu Jandi S.sos MM

“Karena Realisasi Program bisa dapat langsung dinikmati oleh masyarakat, sedangkan realisasi Anggaran tidak dapat dinikmati langsung oleh masyarakat”. Tutur Jandi, Kamis,(26/10/2017).

Sejatinya berdasarkan keinginan Walikota Tangerang Arief R. Wismansyah Realisasi Program Pembangunan di Kota Tangerang pada Tahun Anggaran 2017 di Posisi September 2017 sudah mencapai Hampir 89,51% .

“Belum berbanding lurus antara keinginan Wali Kota dengan Data dari Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah , dimana realisasinya  sebesar 68,32%” tutur Jandi.

Dengan mengukur keberhasilan kinerja APBD bukan dari serapan Anggaran, melainkan dari serapan realisasi RPJMD (Money Follow Program), serta terealisasinya Janji-janji Pembangunan Kepala Daerah terpilih, Jandi menerangkan, “Sangatlah salah kalau mengukur kinerja pemerintahan dari jumlah serapan Anggaran, Karena Anggaran “APBD-APBN” adalah alat benda mati pemerintahan, sedangkan Program adalah alat benda hidup didalam menata realisasi kinerja pemerintahan” pungkasnya.

Patut diketahui realisasi APBD Kota Tangerang berdasarakan data Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah pada posisi 28 September 2017 , terkoreksi Realisasi Pendapatan Rp. 1.495.798.167.960,  Realisasi Belanja Rp.1.206.234.027.597 atau = 80,64%, Sedangkan  berdasarkan Target Pendapatan Rp.3.519.482.674.256, Dimana berdasarkan Realisasi Belanja Rp.1.630.000.000.000 atau =  46,31%.

 

 

Berita Lainnya