Fenomena Calon Tunggal , Pengamat: Keinginan Parpol Bukan Maunya Rakyat

 
Selasa, 9/01/2018 11:51 WIB
Fenomena Calon Tunggal , Pengamat: Keinginan Parpol Bukan Maunya Rakyat  (Ilustrasi: ) Wawancara exlusive Direktur Lembaga Kebijakan Publik Ibnu Jandi S.sos.MM

Lenteranews, TANGERANG – Adanya Indikasi calon tunggal pada pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 , Ditiga daerah di Banten, Seperti di Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang dinilai sebagai keinginan Partai Politik bukan Keinginan rakyat.

“Jangan salahkan rakyat adanya indikasi calon tunggal di Pilkada 2018 di Kabupaten Tangerang maupun di Kota Tangerang dan Kabupaten Lebak. Karena rakyat bukan penentu untuk bisa mengusung atau tidak bisa mengusung calon di Pilkada 2018, Karena sejatinya calon tunggal itu dilahirkan oleh koalisi Partai Politik”, Kata Direktur Lembaga Kebijakan Publik (LKP) Ibnu Jandi S.sos.MM, pada Lenteranews, Selasa,(9/1/2018).

Jandi mengatakan, kondisi seperti ini justru tidak memberikan pendidikan politk yang baik untuk warga Banten. Elit partai politik, dinilai menunjukan sifat pragmatismenya yang tidak siap kalah dalam kontestasi politik Pilkada daerah.

“Fenomena seperti ini tidak sehat bagi demokrasi dan pendidikan politik warga Banten. Parpol telah gagal menciptakan dan mendidik calon pemimpin” tutur Jandi.

Terkait dampak lain yang bisa ditimbulkan dengan adanya calon tunggal, Jandi menerangkan”Calon tunggal  akan membuat rakyat malas datang ke TPS. Sehingga berdampak pada partisipasi masyarakat bisa mencapai  dibawah 70%. Dan jikalau Calon Tunggal menang dalam Pilkada nanti, maka dalam kebijakanya akan banyak pertentangan dengan rakyatnya itu sendiri. Karena dewan sebagai institusi pengawasan bisa mandul” terangnya

 

Berita Lainnya