Santri di Banten Belum Semua Ikuti Wajardikdas

Thursday, May 30th 2013. | Banten

wajardikdasJumlah santri yang mengikuti angkatan belajar di Banten sekitar 600 ribu santri, sedangkan yang mengikuti program Wajib Belajar Pendidikan Dasar (Wajardikdas) baru sekitar 302 ribu santri. Sisanya Sebanyak 298 ribu santri di Banten belum mengikuti program wajardikdas sembilan tahun. 

Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan Agama dan Keagamaan Islam Kanwil Kemenag Provinsi Banten Mahfudin mengatakan, ke depan pondok pesantren ingin dijadikan sebagai penyangga dalam konteks tuntas wajardikdas.

” Untuk menampung Santri yang belum mengikuti wajardikdas tersebut, Kanwil Kemenag Provinsi Banten telah menerapkan program wajardikdas ula wushta. Program ini merupakan program penyetaraan untuk pesantren salafiyah di bawah naungan Kemenag dan Kementerian Pendidikan Nasional. Program itu bisa menyangga sebanyak 298 ribu anak-anak yang belum mengikuti wajardikdas tersebut,” ujar Mahfudin saat membuka acara di aula Kanwil Kemenag Provinsi Banten, Kamis 30 Mei 2013.

Melalui program wajardikdas ula wustha ini, kata Mahfudin,  para santri bisa mengikuti program kesetaraaan paket A, B dan C yang digelar di pondok pesantren. Namun, untuk sistem pola pembelajarannya dan kurikulumnya diserahkan oleh masing-masing pondok pesantren. Ini dilakukan agar tidak mengurangi kekhasan pembelajaran di pondok pesantren, maka sistem pembelajarannya menggunakan modul. Karena rata-rata para santri yang masuk program kesetaraan ini banyak aktivitas lain, maka pola pembelajarannya menggunakan sistem modul, seperti kuliah sore, paparnya.

” Mata pelajaran yang dibakukan dalam kurikulum Pendidikan Nasional untuk program wajardikdas ula wustha ada lima pelajaran yang dipelajari yang akan diuji nasionalkan, yakni IPA, Bahasa Inggris, PPKN, Bahasa Indonesia, dan Matematika,” pungkasnya. (nies)

Related For Santri di Banten Belum Semua Ikuti Wajardikdas