Ojek Pangkalan di Serang Pasang Spanduk Larangan Ambil Penumpang

 
Rabu, 30/08/2017 16:47 WIB
Ojek Pangkalan di Serang Pasang Spanduk Larangan Ambil Penumpang (Ilustrasi: ) foto penolakan ojek online

Lenteranews, Serang - Bila sebelumnya terjadi di Kota Cilegon dan Pangkalan ojek perumahan Kota Serang Baru (KSB ), Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang, Penolakan terhadap tranportasi online meluas.kini giliran Pangkalan Perumahan Persada Banten, Kecamatan Walantaka Kota Serang menolak keberadaan Gojek selaku perusahaan ojek online.

Penolakan pun dilakukan secara terang-terangan dengan memasang spanduk besar yang berisi agar ojek online tidak mengangkut penumpang di Perumahan Persada Banten.

Para ojek pangkalan Persada Banten mengaku sengaja membuat spanduk penolakan di pintu gapura Perumahan Persada Banten. Hal tersebut dilakukan agar para ojek online tidak menyerobot penumpang yang ada di dalam perumahan Persada Banten. Dalam Spanduk tersebut tertulis ‘Perhatian ! kami persatuan ojek perum Persada Banten melarang Gojek untuk mengambil penumpang di kawasan Perum Persada Banten’

Sahlani (34) salah seorang ojek pangkalan Perum Persada Banten mengatakan pihaknya tidak melarang Gojek untuk beroperasi di Kota Serang. Namun pihaknya hanya melarang agar para driver Gojek tidak mengambil penumpang dari dalam Perumahan Persada Banten.

“Kalau penumpang dari luar dibawa ke dalam, kita silakan. Kita juga nyari duit. Jadi saling berbagi lah,” ujarnya, Selasa (29/8/2017).

Meskipun penghasilannya berkurang sejak ada Gojek, lanjut Sahlani, ia tetap menerima adanya tranportasi online tersebut di Kota Serang. Menurutnya soal rezeki sudah ada yang mengatur. Masyarakat juga punya pilihan lain terhadap jasa tranportasi.

“Yang kami sesalkan adalah para Gojek yang beroperasi ini tidak menjalankan prosedur yang diterapkan kantor Gojek. Informasi dari teman yang gabung Gojek, aturannya kan, kalau mau ambil penumpang di perumahan harus izin dulu ke pangkalan ojek sekitar, tapi aturan itu tak dipenuhi para driver Gojek. Maka dari itu kami tegaskan dengan pasang spanduk tersebut,” katanya.

Sahlani menambahkan petugas Gojek pernah mendata pangkalan ojek di Perumahan Persada Banten. Petugas tersebut mengajak untuk bergabung menjadi driver Gojek.

“Namun dari 40  ojek pangkalan yang ada di sini belum sanggup memenuhi persaratannya, karena kan selain harus lengkap surat kendaraannya tapi juga harus paham android. Jadi kita sudah nyaman lah jadi ojek pangakalan. Kita sudah belasan tahun ngojek di sini.

Karena kalau kami yang muda gabung Gojek, yang tua nanti ga bisa ikut. Jadi harus paham android dulu, “ucapnya.

Sahlani juga mengaku pihaknya tidak akan sampai berbuat anarkis dengan para Gojek. “Kita sih inginnya damai-damai aja. Karena rezeki mah sudah ada yang ngatur ini. Tapi kita harap para driver Gojek juga paham dengan status ojek pangkalan yang pendidikannya rendah. Jadi dalam usaha ini ramah lah, izin dulu kalau mau ambil penumpang di dalam. Kan di sini ada ojek pangkalan. Bagi-bagi lah,” ucapnya. (dbs)

TAG banten
Berita Lainnya