Aktivitas Gunung Agung Berdampak Pada Sejumlah Penerbangan

 
Sabtu, 23/09/2017 19:02 WIB
Aktivitas Gunung Agung Berdampak Pada Sejumlah Penerbangan (Ilustrasi: ) Aktivitas Gunung Agung Berdampak Pada Sejumlah Penerbangan

Lenteranews, TANGERANG - Aktivitas Gunung Agung di Bali meningkat statusnya menjadi awas. Hal tersebut dapat berdampak pada sejumlah penerbangan.

Khususnya di Bandara Internasional Ngurah Rai, Bali. Hal ini langsung diungkapkan oleh Dirjen Perhubungan Udara, Agus Santoso.

Dirjen menggelar rapat langsung bersama stake holder terkait mengenai persoalan ini. Beberapa instansi dihadirkan seperti PT Angkasa Pura I, AirNav Indonesia, dan beberapa maskapai lainnya.

"Dalam rapat ini kami membahas antisipasi jika terjadinya letusan Gunung Agung. Untuk saat ini dari dunia penerbangan tidak ada masalah dan masih aman. Tapi kami sudah merencanakan serta melakukan antisipasinya," ujar Agus saat ditemui di Kantor Otoritas Bandara Soekarno Hatta, Tangerang, Sabtu (23/9/2017).

Ia menjelaskan pihaknya belajar dari pengalaman - pengalaman sebelumnya. Ketika itu Gunung Agung meletus pada tahun 1963 dan berdampak buruk pada sejumlah penerbangan di Tanah Air.

"Tahun yang sebelumnya mana kala Gunung Agung meletus, kami menyetop penerbangan yang berada di Bali. Kami selaku Otoritas Bandara akan menyetop penerbangan jika sudah muncul menyebar debu - debu vulkanik," ucapnya.

Agus menyebut jajarannya juga bekerja sama dengan Pusat Geografi Geologi dan BMKG. Dalam memberikan laporan terkait aktivasi Gunung Agung itu.

"Kami berupaya untuk mendapatkan solusi dalam hal ini. Beberapa langkah - langkah kami ambil," kata Agus.

Dirut AirNav Indonesia, Novi Irianto menambahkan pihaknya akan menghindarkan pesawat yang terbang di sekitar Bali jika Gunung Agung mengalami letusan. "Kami menghindarkan beberapa maskapai melewati rute yang berdampak apa bila vulkanik es itu menutup area Bandara," papar Novi.

Berita Lainnya