Puskesmas Mancak Bantah Larang Pasien Gunakan Ambulans

 
Jum`at, 2/02/2018 16:57 WIB
Puskesmas Mancak Bantah Larang Pasien Gunakan Ambulans  (Ilustrasi: ) Puskesmas Mancak Bantah Larang Pasien Gunakan Ambulans

Lenteranews, SERANG - Puskesmas Mancak membantah tuduhan yang melarang pasien untuk menggunakan ambulans Puskesmas, yang membuat Solihin (31) terpaksa dibawa menggunakan mobil pikap ke rumah sakit Cilegon.

Dokter Puskesmas Mancak dr Frankie Sudiono mengatakan tidak ada larangan menggunakan mobil ambulas puskesmas. Tetapi, penggunaan mobil tersebut harus mengikuti alur rujukan.

“Dimana saya sebagai dokter puskesmas harus konsultasi dulu dengan rumah sakit yang dituju, dokter jaga dan Instalasi Gawat Darurat  rumah sakit  yang dituju,” kata dia, saat ditemui di Kecamatan Mancak, Kabupaten Serang, Kamis (1/2/2018).

Pasien, sebelumnya dijemput di rumah menggunakan ambulans Puskesmas Mancak . Setelah sampai puskesmas, kata Frankie, dirinya sedang melakukan pemeriksaan jamaah haji sekira pukul 12.30 WIB hingga 14.30 WIB. Kemudian perawat mengkonsultasikan sekaligus memberi gambaran bahwa pasien dalam keadaan stabil.

“Setelah periksa haji, saya periksa pasien (Solihin-red). Saya putuskan ini pasien bukan berobat jalan tapi harus dirawat. Lagian poli siang gini sudah tutup,” terangnya.

Lalu, ia membicarakan ke ruang periksa bersama keluarga mengenai masalah pembiayaan dan persyaratan di tingkat desa, agar ketika sampai ke rumah sakit yang dituju berkas administrasi sudah lengkap sehingga tidak mempersulit pasien.

Menurutnya, penggunaan ambulans harus sesuai regulasi. Ambulans bisa dipakai setelah memutuskan rumah sakit mana yang dituju dan pembiayaan untuk pengobatan. Kata dia, pihak keluarga saat itu belum menentukan pilihan rumah sakit mana yang akan dituju.

Pihak keluarga yang juga menemani pasien mencari alternatif ambulan dari partai. “Saya jawab boleh, dengan catatan kalau tidak didampingi tenaga medis, kami tak bisa memberi pelayanan medis,” paparnya.

Pihak puskesmas juga sudah meminta pasien untuk menunggu di IGD puskesmas. Pasien, tetap dibawa keluarga menggunakan pikap. “Akhirnya menggunakan pikap dan menentukan sendiri rumah sakit. Terakhir saya dapat informasi pasien menggunakan jasa raharja sebagai pembiayaan dan dirujuk ke rumah sakit cilegon,” tandasnya.

Berita Lainnya