Praktisi Kampung Tematik Terapkan Media Simulasi di Bimtek kampung kreatif Pemuda

 
Minggu, 1/03/2020 17:08 WIB
Praktisi Kampung Tematik Terapkan Media Simulasi  di Bimtek  kampung kreatif Pemuda (Ilustrasi: ) Hilangkan Seremoni, Praktisi Kampung Tematik Terapkan Media Simulasi di Bimtek kampung kreatif pemuda

Lenteranews.com, TANGERANG – Menghilangkan program seremoni dilingkup kegiatan Pemerintahan Daerah, Para praktisi pembuatan Kampung Tematik Kota Tangerang yang terdiri Dari Ibnu Jandi, Asep Feri Bastian , Abu Sopyan dan Anisudin menerapkan pola simulasi langsung pembuatan konsep pembuatan Kampung Tematik terhadap 381 pemuda se- Kecamatan Karawaci pada kegiatan pembinaan Kampung Pemuda yang diselenggarakan oleh Dispora Kota Tangerang bertempat di gedung Al Amanah Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Minggu, (1/03/2020).

Mengusung tema kegiatan pembinaan kampung kreatif pemuda. Empat punggawa Kampung Tematik yang didaulat menjadi narasumber pada kegiatan tersebut langsung membagi ratusan pemuda yang hadir menjadi empat kelompok kerja dalam menuangkan ide kreatif pemuda yang dibingkai dalam sebuah konsep pembuatan kampung tematik yang memiliki kearifan local berorientasi pada destinasi wiasata kampung kreatif.

“Konsep yang dibuat harus seoriginal mungkin mengangkat kearifan local dengan mengedepankan pembenahan , penataan lingkungan oleh pemuda,” Ujar Ibnu Jandi.

Jandi melanjutkan melalui perencanaan yang matang yang sudah tertuang dalam konsep, kedepannya akan menjadi roll model kampung itu sendiri.

“Melalui sebuah konsep Kampung Tematik kedepannya  kita akan mengetahui progress merubah Kampung kumuh menjadi Kampung yang bersih, hijau, indah, nyaman layak, huni, dan layak dikunjungi,” terang Jandi.

Memotifasi para pemuda yang sedang ingin membangun Kampungnya. DR Asep Feri Bastian mengutarakan Pemuda merupakan generasi  yang sangat berpengaruh untuk proses pembangunan. Dimana Pemuda selalu menjadi harapan dalam setiap kemajuan yang dapat merubah pandangan orang dan menjadi tumpuan para generasi terdahulu untuk mengembangkan ide – ide ataupun gagasan yang berilmu, wawasan yang luas, serta berdasarkan kepada nilai-nilai dan norma yang berlaku di dalam masyarakat.

“Pemuda generasi sekarang sangatlah berbeda apabila dibandingkan dengan generasi terdahulu dari segi pergaulan maupun sosialisasinya, pola berpikir, dan cara menyesaikan malasah yang sedang dihadapinya. Maka daripada itu, pada saat ini sangat diperlukan berbagai macam tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki pola berpikir para pemuda zaman sekarang.

Dimana salah satu caranya adalah pola pembangunan kepemudaan yang dilakukan secara sitematik, komprehensif, akseleratif, sinergis, dan integratif, yang kedua meliputi ekonomi, sosial, budaya, pertahanan, dan keamanan, yang ketiga melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi, dan yang terakhir menyediakan wahana aktualisasi diri yang positif dan konstruktif, serta mudah diakses oleh pemuda,” ujar Asep.

Abu Sopyan, selaku praktisi pembuatan Kampung kampung Bekelir mengingatkan pada para pemuda agar mencontoh semangat pembuatan Kampung Tematik yang sudah terealisasi.

“ Contohlah semangatnya jangan fisiknya, karena setiap daerah memiliki karakterristik yang berbeda,” ujar Abu.

Sementara itu, Anisudin praktisi Kampung Tematik dari unsur media nasional, mengutarakan perubahan perilaku yang signifikan dengan adanya Kampung tematik.

“Sebagai contoh Kampung Bekelir yang dahulunya bernama Babakan dahulunya lebih dikenal dengan tingkat penyalahgunaan narkotika dan premanisme, akan tetapi setelah menjadi Kampung tematik yang diberinama Kampung Bekelir segala macam bentuk kegiatan negativenya hilang, artinya ada pesan perubahan moral yang dirasakan di Konsep Kampung Tematik ini,”ujar Anisudin.

Program Kampung Tematik merupakan salah satu inovasi Pemkot Tangerang bersama dengan masyarakatnya untuk mengatasi permasalahan pemenuhan kebutuhan dasar sarana prasarana dan peningkatan kualitas lingkungan rumah tinggal warga.  

Berita Lainnya
Berita hari ini