Diduaga Eksploitasi Pedagang , Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi di Demo

 
Senin, 13/11/2017 17:19 WIB
Diduaga Eksploitasi Pedagang , Pengelola Pasar Induk Tanah Tinggi di Demo (Ilustrasi: )

Lenteranews, TANGERANG – Diduga mengeluarkan kebijakan sepihak yang mencekik pedagang , Ratusan pedagang Pasar Induk Tanah Tinggi menolak kebijakan tersebut dengan melakukan demo.

Atas dasar  penolakan kebijakan pengelola Pasar yang berujung demonstrasi pedagang, berawal dari aturan pembuatan kontrak baru sewa lapak pedagang yang belum habis waktu kontraknya.

“Kami disuruh membayar sewa lapak untuk tahun 2021 – 2026 , sementara sewa yang kemarin aja masih tersisa tiga tahun lagi, dengan masa kontrak sampai tahun 2021” kata Ketua perkumpulan pedagang Pasar Tanah Tinggi, Luster P. Siregar . Senin,(13/11/2017).

Bukan hanya itu saja, dugaan kesewenangan pengelola pasar terhadap pedagang berlanjut dengan adanya dugaan aturan retrebusi baru yang mencekik pedagang.

“Pedagang dikenai retrebusi Rp 100,00 perkilogram untuk setiap sayur mayur dan buah yang masuk Pasar Tanah Tinggi, dan diperkirakan setiap harinya ada sekitar 7 juta Kilogram dagangan yang masuk , dengan akumulasi retrebusi perhari Rp 700 juta,” ungkapnya.

Sedianya Para Pedagang menilai kebijakan yang diduga dikeluarkan oleh pengelola pasar tanah tinggi Tangerang yakni PT Selaras Griya Adigunatama penuh dengankesewenangan.

Berita Lainnya