Jokowi Gagal Angkat Perekonomian Tahun 2015

 
Jum`at, 6/11/2015 07:25 WIB
Jokowi Gagal Angkat Perekonomian Tahun 2015 (Ilustrasi: )

LenteraNews – Nasional - Target pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) meraih pertumbuhan 5,7% di 2015 tinggal kenangan. Pasalnya, setelah realisasi pertumbuhan di kuartal III sebesar 4,73%, pemerintah memperkirakan pertumbuhan di kuartal IV hanya sebesar 4,9%. Artinya dalam setahun pertumbuhan ekonomi Indonesia di bawah 5%.


"Ya kita sih berharap 5% (kuartal IV), tapi ya kemungkinan di 4,9% juga bisa," ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, di Istana Negara, Jakarta, Kamis (5/11).

dilansir dari halaman detik. Darmin menjelaskan, belanja pemerintah merupakan pendorong utama dari pertumbuhan tahun ini, dan dibarengi juga dengan pelaksanaan pemilihan kepala daerah (Pilkada) serentak. Selain itu, laju pertumbuhan ekonomi tahun ini juga didorong arus investasi swasta yang mulai masuk serta konsumsi rumah tangga.

"Jangan lupa sampai September investasinya rendah lho, pertambahannya cuma sekitar 4%. Sedangkan kita berharap setelah deregulasi ini, setelah kepercayaan mulai muncul, belanja pemerintah dan investasi akan bisa lebih baik," kata Darmin.

Darmin menuturkan belanja pemerintah baru meningkat tajam pada Oktober. Sehingga tidak masuk dalam hitungan kuartal III. Maka diharapkan dalam penghitungan kuartal IV ada dorongan yang lebih kuat.

"Masalahnya, ya kalau diukurnya sampai September ya memang belum terjadi. Dan kita masih bisa berharap, November dan Desember ini itu membaik lagi. Sehingga pertumbuhan ekonominya juga lebih baik," tutur Darmin.

Di samping itu, pemerintah akan mengeluarkan lagi paket kebijakan di akhir tahun. Menurut Darmin, efeknya akan terlihat di kuartal IV. Khususnya mendorong investasi swasta agar masuk lebih cepat ke dalam negeri dan menjaga perusahaan agar tidak bangkrut.

"Membuat loncatan tidak mudah. Kalau saya lihat sebetulnya, hasilnya itu sudah mulai terlihat. Dan minat investasi, bahkan kalau dicek data yang agak cepat kan data kredit perbankan. Kredit perbankan naik walaupun belum banyak," ungkap Mantan Gubernur Bank Indonesia itu. Red

Berita Lainnya