Dinkes Kab. Tangerang: Imunisasi Difteri dilakukan 3 Kali Per- Orang

 
Jum`at, 15/12/2017 15:18 WIB
Dinkes Kab. Tangerang: Imunisasi Difteri dilakukan 3 Kali Per- Orang  (Ilustrasi: ) Imunisasi Difteri

Lenteranews, TANGERANG – Berdasarkan surat edaran Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI , Vaksinisasi difteri  yang tengah dijalankan Dinas Kesehatan Kabupaten Tangerang, sebanyak tiga interval untuk setiap orangnya. Hal ini diutarakan Kepala Bidang (Kabid) Pencegahan dan Penanggulang Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang dr. Hendra, Pada Lenteranews, Jum’at,(15/12/2017).

“Proram imunisasi difteri Per_orangnya sebanyak tiga kali, dengan hitungan interval waktu imunisasi , dibulan pertama pada Desember, interval kedua bulan January 2018 dan interval ketiga dibulan Juli 2018” kata Hendra.

Berdasarkan batasan usia , dari mulai balita hingga usia remaja, Imunisasi difteri yang tengah dijalankan Dinkes Kabupaten Tangerang mepokuskan kegiatannya pada Posyandu dan Sekolah.

“Mengacu kepada Batasan usia Imunisasi difteri dari mulai usia 1 tahun sampai dengan 18 tahun, Untuk saat ini kita lebih banyak mengadakan kegiatan imunisasi di Posyandu dan Sekolah” kata Hendra.

Sedianya Imunisasi difteri yang dilakukan oleh Dinkes Kabupaten Tangerang, dilakasanakan secara serentak.

“Tahap pertam mulai tanggal 11 Desember 2017, sampai dengan selesai, Dengan jumlah vaksin difteri yang dimiliki Dinkes Kabupaten Tangerang sekitar 1.180.000” Pungkasnya.

Seperti diketahui virus  Difteri adalah infeksi menular yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium. Dimana gejala yang muncul bila kita terkena difteri adalah sakit tenggorokan, demam, dan terbentuknya lapisan pada amandel dan tenggorokan. Dalam kasus yang sudah lanjut, infeksi dapat menyebar ke organ tubuh lain seperti jantung dan sistem saraf. Infeksi kulit juga ditemukan pada beberapa pasien. Racun yang dihasilkan oleh Corynebacterium dapat berbahaya bila tersebar ke bagian tubuh yang lain. Dimana untuk Provinsi Banten sendiri  untuk saat ini telah ditemukan 91 satu kasus. 

 

 

 

 

 

 

Berita Lainnya