Ekonomi Kreatif Dukung Kegiatan Investasi di Banten

 
Jum`at, 24/04/2015 12:53 WIB
Ekonomi Kreatif Dukung Kegiatan Investasi di Banten (Ilustrasi: )

LenteraNews – Kota Serang – Terbukanya gerbang pasar bebas pada Masyarakat Ekonomi Asean MEA 2015, secara otomatis membuka peluang bagi kegiatan investasi di Provinsi Banten yang secara langsung akan berdampak pada perekonomian di Banten. Pelaksanaan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 yang akan dimulai pada Desember nanti, tentu akan berpengaruh besar terhadap perekonomian di Indonesia dan daerah, tak terkecuali pembangunan ekonomi di Banten.

"Sebagai wilayah yang banyak dilirik investor, Banten harus menyiapkan strategi agar peningkatan penanam modal di Banten selaras dengan peningkatan ekonomi di kalangan pelaku usaha menengah (UMKM), pemerintah harus memberi ruang bagi ekonomi kreatif di Banten," kata Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Provinsi Banten, Ranta Soeharta, saat membuka workshop Banten Incorporated, Kamis (23/04/2015).

Ranta menjelaskan, penguatan ekonomi kreatif dalam menghadapi MEA akan berdampak pada kondusifitas kegiatan investasi di Banten, bahkan pertumbuhan penanaman modal berdampak pada peningkatan ekonomi mikro dan menengah.Untuk menciptakan daya saing kegiatan perekonomian di Banten, kata Ranta, banyak aspek yang perlu dibenahi, mulai dari  dukungan infrastruktur, proses perizinan, dan tata kelola birokrasi.

"Komponen-komponen tersebut berperan penting dalam mendukung kegiatan investasi di Banten," katanya. Semisal, kegiatan investasi pada Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Lesung secara langsung akan membuka peluang bagi pelaku usaha ekonomi kreatif dalam memperomosikan produknya. Banten Corporate merupakan forum pengembangan ekonomi daerah yang bertujuan untuk mensinergikan peran pemerintah, sektor swasta, masyarakat, serta instansi terkait dalam menciptakan iklim perekonomian yang kondusif dan berdaya saing. Banten Corporate mengakomodir seluruh aspek, baik berkaitan dengankoordinasi antar lembaga, tata kelola administrasi hingga penggalian potensi ekonomi.

"Banten Incorporated diharapkan menjadi saluran solusi atas permasalahan bisnis dan investasi dengan mensinergikan peran masing-masing pihak," kata Ranta.

Sementara itu, Deputi Bidang Ekonomi Kementrian Perencanaan Pembangunan Nasional, Leonardo VH Tampubolon, mengatakan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) merupakan momentum dalam menciptakan iklim investasi dan iklim usaha yang kondusif, sehingga arus modal ASEAN bisa terdorong ke wilayah Banten. Untuk itu, pembenahan layanan perizinan dan dukungan infrastruktur mutlak dilakukan Pemprov Banten.

"Masyarakat Ekonomi Asian tidak hanya akan menguntungkan industri skala besar, industri rumahan (UMKM) juga akan ikut dalam percaturan pasar Asean ini. Oleh karena itu, pelaku usaha mikro dan menengah harus berupaya meningkatkan kualitas produk yang berdaya saing. Dukungan pemerintah daerah sangat dibutuhkan," katanya.(dhi)

Berita Lainnya