Terbukti Konsumsi Obat Terlarang, 6 orang di Ciduk Petugas

 
Sabtu, 23/09/2017 06:20 WIB
Terbukti Konsumsi Obat Terlarang, 6 orang di Ciduk Petugas (Ilustrasi: ) Terbukti Konsumsi Obat Terlarang, 6 orang di Ciduk Petugas

Lenteranews, CILEGON - Maraknya peredaran obat daftar G tanpa resep dokter seperti Tramadol, Aprazolam, Eksimer di Kota Cilegon, menjadi perhatian dari Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Cilegon.

Untuk itu BNN (Badan Narkotika Nasional) Kota cilegon bersama Satnarkoba Polres dan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Cilegon menggelar razia di Toko Kosmetik dan Vave yang berada di PCI, Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber, Jumat (22/9/2017) sore.

Dalam razia tersebut, 6 orang diamankan dan ke enam orang tersebut langsung dibawa ke Kantor BNN Kota Cilegon di Link Tegal Padang Lewung Sawo, Kelurahan Kotabumi, Kecamatan Purwakarta.

Setelah dilakukan tes urine, 4 orang dinyatakan positif mengkonsumsi Bahan Jenis Obat (Benjo) jenis Tramadol dan dua orang lainya negatif.

Kepala BNNK Cilegon AKBP Asep Muksin Jaelani, membenarkan adanya penangkapan 6 orang yang diduga mengkonsumsi obat daftar G di sebuah Toko Kosmetik dan Toko menjual Vave di Kelurahan Kedaleman, Kecamatan Cibeber.

“Dalam razia bersama dengan Satnarkoba dan Kesbangpol Kota Cilegon, kami menangkap 6 orang yang diduga mengkonsumsi Benjo. Kini ke 6 orang yang kita tangkap kita titipkan sementara ke Polres Cilegon untuk dilakukan pendalaman,” ungkapnya.

Ke-4 orang yang positif, yakni RM warga Ramanuju, RH warga Kalanganyar, R warga Komplek TRC dan NS perempuan warga PCI, sedangkan yang negatif yakni PB warga Kalanganyar dan Y warga Serang.

“Selain 6 orang ditangkap dalam razia tersebut petugas juga mengamankan 760 butir obat yang mengandung Eksimer,” imbuhnya.

Sementara itu Kasatnarkoba Polres Cilegon AKP Dedi Hermawan mengatakan, razia bersama ini adalah untuk menjawab keresahan masyarakat terkait peredaran obat daftar G yang di jual bebas tanpa melalui resep dokter.

“Saat ini ke 6 orang tersebut kita amankan di Polres untuk pengembangan,” tukasnya.

Berita Lainnya