Raup Keuntungan 600 Juta Perbulan , Pabrik Pencurian Gas Subsidi di Tangerang

 
Jum`at, 12/01/2018 13:35 WIB
Raup Keuntungan 600 Juta Perbulan , Pabrik Pencurian Gas Subsidi di Tangerang  (Ilustrasi: ) Bareskrim Polri Gerebek Pabrik Pencurian Gas Subsidi di Tangerang

Lenteranews, TANGERANG -Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Badan Reserse Kriminal Polri baru saja mengungkap tindak pidana pencurian gas subsidi 3 kg . di Kavling DPR Blok C Kelurahan Nerogtog, Pinang, Kota Tangerang Kamis (11/1). Dengan modus memindahkan isi gas tiga kilogram ke gas 12 kilogram maupun 50 kilogram. Pelaku Frenki (30 tahun) yang beralamat asli di Kota Numi Selatan, Lampung Utara ,disinyalir mendapatkan keuntungan RP. 600.000.000 per bulan.

"Keuntungan yang didapat per bulan sekitar Rp 600 juta, dan kita masih akan melakukan pengembangan selanjutnya”kita masih pengembangan itu," kata Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri Brigadir Jenderal Polisi Agung Setya di Tangerang, Jumat (12/1/2018).

Agung menerangkan , “keuntungan tersangka didapat berdasarkan hasil perhitungan modal yang dikeluarkan per kilogram seharga Rp 7 ribu. Harga jual gas 12 kilogram sebesar Rp 125 ribu. keuntungan dari penjualan gas 12 kg sebesar Rp 46 ribu. Harga jual gas 50 kg sebesar Rp 450 ribu, dengan keuntungan dari penjualan gas 50 kilogram sebesar Rp 100 ribu. Keuntungan per hari diperkirakan sebesar Rp 20 juta Rp 25 juta.Sehingga diperoleh estimasi keuntungan per bulan sekitar Rp 600 juta," terang Agung.

Adapun modus yang dilakukan tersangka yakni tersangka menyebar anak buahnya  membeli gas tiga kilogram  dengan harga di atas harga pasar dari para pengecer maupun agen.

“Tersangka membeli tabung gas melon dengan harga Rp 21 ribu. Padahal harga pasar gas tiga kilogram seharusnya Rp 17 ribu. Dengan demikian, para pengecer lebih tertarik menjual ke tersangka , Hingga menyebabkan kelangkaan gas subsidi dimasyarakat” sambung Agung.

Untuk selanjutnya Isi tabung gas subsidi 3 kg tersebut dipindahkan dengan cara disuntikkan ke tabung gas 12 kilogram dan 50 kilogram dengan menggunakan selang.

Atas perbuatannya tersangka dijerat pasal 62 jo pasal 8 ayat 1 huruf a uu no 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen yaitu pelaku usaha dilarang memproduksi atau memperdagangkan barang atau jasa yang tidak memenuhi/tidak sesuai dengan standar yang dipersyaratkan dan ketentuan peraturan perundang-undangan UU no 22 th 2001 tentang minyak dan gas bumi pazal 53 huruf d tentang Melakukan tata niaga minyak bumi dan/atau gas bumi tanpa izin usaha niaga. Tersangka pun terancam hukuman Pidana penjara selama 5 tahun atau denda maksimal Rp 2 miliar.

Berita Lainnya