Modus Kejahatan COD di Sepatan, Polisi Himbau Transaksi Ditempat Aman

 
Kamis, 20/02/2020 10:07 WIB
Modus Kejahatan COD di Sepatan, Polisi Himbau Transaksi Ditempat Aman (Ilustrasi: ) Modus Kejahatan COD di Sepatan, Polisi Himbau Transaksi Ditempat Aman

Lenteranews.com, TANGERANG – Kerap mencari mangsa melalui jejaring social jual beli online bermodus Chat On Delivery (COD) pada para korbannya. Tiga pelaku berinisial, AJ , AR, dan MR yang tergabung dalam sindikat pencurian dengan kekerasan diamankan jajaran Polsek Sepatan.

“Pelaku AR dan MR menggunakan modus Chat On Delivery (COD) dengan berpura pura sebagai pembeli barang kepada para korbannya. Setelah bertemu di lokasi yang mereka janjikan, si penjual barang (korban) langsung ditodong dengan celurit dan mengambil paksa seluruh barang - barang milik korbannya,” ujar Kapolsek Sepatan Kota Tangerang, AKP, Igusti Moh Sugiarto, Rabu,(19/02/2020).

Selanjutnya hasil barang barang rampasan tersebut dijual kepada  AJ, dan duitnya dipakai untuk mabuk mabukan oleh mereka di tempat tongkrongannya yang berada di wilayah Sepatan.

Gusti mengungkapkan, setelah pihaknya melakukan interogasi dan pengembangan kepada para tersangka. Mereka mengaku telah melakukan aksinya sebanyak 25 kali di beberapa titik wilayah yaitu : Sepatan, Rajeg, Pasar Kemis, Mauk, Jatiuwung dengan menggunakan modus yang sama yaitu COD terhadap korbannya.

“Tim kami bergerak untuk melakukan penyelidikan kepada tersangka AR dan MR dan langsung meringkusnya dengan mudah. Karena korban yang bernama Yoga (14) hapal betul dengan ciri khas salah satu pelaku yang memiliki tato bunga mawar di tangan kirinya,” ungkapnya.

 Selanjutnya dirinya menghimbau kepada masyarakat untuk berhati hati apabila sedang melakukan transaksi jual beli dengan sistim COD dan  jika ingin melakukan transaksi, sebaiknya cari tempat yang aman  kalau perlu di depan kantor kepolisian agar terhindar dari kejahatan, seperti modus yang digunakan oleh para tersangka.

Dari kejadian tersebut, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti berupa sebilah celurit, handpone, dan 4 unit motor dengan berbagai jenis dan merk.

“Kasus ini masih kami terus kembangkan. Kedua pelaku kami jerat pasal 365 KUHP, dan si penadah kena pasal 480 pidana 9 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Berita Lainnya
Berita hari ini