Jual Obat Terlarang, Pemilik Toko di Amankan Petugas

 
Minggu, 17/09/2017 00:55 WIB
Jual Obat Terlarang, Pemilik Toko di Amankan Petugas (Ilustrasi: )

Lenteranews, TANGERANG - Belum lama di daerah Kendari, Sulawesi Tenggara Kurang lebih hampir 50 Orang menjadi korban obat terlarang, yakni PCC (Paracetamol, Cafein, dan Carisoprodol), yang mengakibatkan tidak sadarkan diri bagi siapapun yang menkonsumsinya.

Guna mengantisipasi kejadian tersebut, Polsek Rajeg melakukan pemeriksaan di salah satu toko kosmetik di jalan raya Daon, Rajeg.

Dari hasil pemeriksaan, Petugas berhasil mengamankan Ribuan obat terlarang jenis eximer dan tramadol yang masuk ke dalam golongan G psikotropika.

"Pemilik toko kami amankan, karena diduga menjual obat-obatan terlarang tersebut kepada remaja," ujar Kapolsek Rajeg, AKP Ambarita, Sabtu (16/9/2017).

Meski pihaknya telah beberapa kali toko kosmetik yang menjual obat-obatan terlarang. Namun ternyata hal tersebut tidak menimbulkan efek jera bagi pedagang lainnya.

"Ini sangat memprihatinkan, mereka mencari keuntungan dengan mengorbankan masa depan anak-anak bangsa ini," tambahnya.

Pemilik toko kosmetik berinisial MF, 20, pun digeladang ke Mapolsek Rajeg setelah polisi menemukan barang bukti sekitar 448 butir obat jenis Eximer dan 624 butir obat Tramadol yang sudah dikemas dalam plastik kecil dan siap untuk dijual . Selain itu sejumlah uang tunai yang diduga hasil penjualan obat turut disita.

Oleh karena itu, ia menghimbau kepada para orang tua untuk benar-benar memperhatikan pergaulan dan perilaku anak-anaknya, terutama yang tengah beranjak remaja jangan sampai terjerumus pada pergaulan negatif dan menggunakan obat-obatan terlarang tersebut.

"Ini tidak hanya menjadi tugas kami, tapi kewajiban semua pihak, terutama para orang tua. Jangan sampai anak kita rusak masa depannya karena kecanduan obat terlarang," tegasnya.

Kepada pelaku yang kedapatan menjual obat-obatan terlarang itu, polisi menjeratnya dengan pasal 197 UU Nomor 36/2009 tentang Kesehatan dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara atau denda Rp500 Juta.

Berita Lainnya