Hasil Pilkada Lebak Dibawa ke MK

Monday, September 9th 2013. | Kabupaten Lebak, Politik

Pilkada-Lebak-BPOPasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Lebak nomor urut 2 Amir Hamzah-Kasmin (HAK) mengajukan gugatan hasil pilkada Lebak ke Mahkamah Konstitusi (MK). Gugatan diajukan lantaran ditemukan bukti kecurangan dan politik uang dalam proses pemilihan bupati dan wakil bupati Lebak yang digelar Sabtu, 31 Agustus 2013 lalu. “Kami menolak hasil pleno KPU kemarin yang menetapkan pasangan nomor urut 3, Iti Oktavia dan Ade Sumardi sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih. Insya Allah besok (Selasa, 10/09/13) kami akan ajukan gugatan ke MK,” kata Amir, Senin 9 September 2013.

Amir Hamzah menganggap pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Lebak tidak demokratis lantaran ada campur tangan birokrasi yang berpihak kepada salah satu pasangan, yaitu pasangan nomor utut 3, Iti Oktavia (anak Bupati Lebak, Mulyadi Jayabaya) dengan Ade Sumardi. “Pasangan ini layaknya pasangan seorang incumbent, sehingga seluruh sarana dan fasilitas Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak dikerahkan untuk kemenangan pasangan ini. Pengerahan birokrasi, penggunaan dana APBD dan intimidasi terhadap birokrat hingga RT,” tegas Amir.

Amir mengatakan, pihaknya memiliki bukti terkait pengerahan birokrasi yang dilakukan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya untuk memenangkan putrinya. “Saya tau persis, seluruh SKPD dilingkungan Pemkab Lebak diperintahkan untuk mengumpulkan dana guna memenangkan putri Bupati. saya juga mendapat data terakhir bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lebak diminta dana senilai Rp.30 juta oleh Bupati untuk biaya pemenangan putrinya. Barang bukit telah kami pegang dan juga saksi di lapangan juga sudah kami miliki,” kata Amir yang saat ini masih menjabat sebagai Wakil Bupati Lebak.

Menurutnya, praktik kecurangan yang dialakukan pasangan Iti Octavia Jayabaya-Ade Sumardi dilakukan secara terstruktur, sistematis dan masif antara lain adanya pengerahan dari kalangan pejabat Sekretariat Daerah (Sekda) hingga kepala desa untuk memangkan putri Bupati. “Kami minta Pemilukada diulang karena kami telah menemukan banyak bukti kecurangan yang terstruktur dan masif dalam pelaksanaan Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati kemarin. Praktik kecurangan tidak boleh dibiarkan karena undang-undang menjamin dan memberikan ruang hukum untuk mencari keadilan. Kami berharap gugatan ke MK ini bisa dikabulkan untuk mencari keadilan dan kebenaran,” katanya.

Sementara itu, Iti Octavia Jayabaya mempersilahkan Amir Hamzah-Kasmin (HAK) melakukan gugatan ke MK. “Sah-sah saja mereka menuntut, kalau mereka mau mengajukan gugatan, ya mereka jual kita beli. Kita akan hadapi, kenapa takut. Yang incumbent itu siapa? kalau saya itu hanya kebetulan anaknya incumbent dan yang saya lawan juga incumbent,” tegas Iti.

Menurutnya, jika ada salah satu pasangan calon yang tidak puas atau tidak terima dengan hasil penghitungan suara yang dilakukan KPU maka mereka akan berhadapan dengan 62,37 persen masyarakat Lebak. “Kalau mereka menuntut, mereka akan berhadapan bukan hanya dengan saya dan partai pendukung,” tegasnya. (Sie)



Input Email Anda Untuk Berlangganan Berita Kami:

Baca Juga Berita Lainnya: