Uber dan Grab Taksi Bikin Susah Sopir Taksi Konvensional

 
Kamis, 17/03/2016 20:35 WIB
Uber dan Grab Taksi Bikin Susah Sopir Taksi Konvensional (Ilustrasi: )

LenteraNews – Tangsel - Dampak‎ semakin menjamurnya moda transportasi  berbasis aplikasi mendatangkan  permasalahan bagi pengemudi angkutan mum konvensional. Kamis (17/3/2016) puluhan sopir taksi menggelar aksi protes terkait semakin banyaknya taksi berbasis aplikasi . Mereka mengeluhkan beroperasinya mobil pribadi yang disulap menjadi taksi Uber ataupun Grab Car membuat pendapatan mereka  menurun.

Aksi protes tersebut di gelar di depan pool taksi ternama di Jalan Cilenggang 2, Serpong, Tangsel, dalam aksinya para sopir taksi ini membentangkan spanduk  dengan menumpahkan kekesalannya bertuliskan "Gara-gara Uber dan Grab Car Kami Tidak Bisa Bayar Sekolah Anak".

"Setelah ada layanan taksi online penghasilan semakin menurun,"‎ kata Isyandi Nuryadi, salah satu sopir taksi yang  ditemui di kawasan perekonomian Kecamatn Serpong.

Menurutnya, sebelum layanan taksi online beroperasi penghasilan yang diperoleh biasanya Rp500 ribu. Tapi sekarang anjlok menjadi Rp300-350 ribu perhari.

Nuryadi mengaku, kondisi di atas berdampak pada  ekonomi keluarganya. Baginya sangat terasa sekali, terutama untuk menutupi biaya kebutuhan hidup keluarganya sehari-hari.

"Tidak bisa (menabung) sekarang karena berkurang. Makanya saya menyiasati dengan nyuruh istri bisa sehemat mungkin‎," terangnya.

Nuryadi bersama pengemudi taksi konvensional lainnya berharap kepada pemerintah bisa segera bertindak cepat menertibkan taksi layanan online.

"Kalau perlu harus di hapus agar tidak membuat susah para penegemudi taksi meter‎," harapnya.(reg)

 

Berita Lainnya