Rano Penerapan Smart City di Banten Sulit

Banyak Wilayah Belum Teraliri Jaringan Internet
 
Selasa, 20/09/2016 17:33 WIB
Rano Penerapan Smart City di Banten Sulit  (Ilustrasi: )

LenteraNews – Tangerang -Gubernur Banten Rano Karno menyebut masih sulit untuk menerapkan konsep smart city di Banten.

Itu karena dari delapan Kabupaten dan Kota se Banten, masih ada wilayah yang belum terakses oleh jaringan internet. Diantaranya seperti wilayah Pandeglang dan Lebak.

Efeknya, penerapan pelayanan secara elektronik oleh Pemerintah Daerah (Pemda) kepada masyarakat terjadi perlambatan.

"Kalau menerapkan ini (smart city) di Banten masih sulit. Karena apa, jujur masih ada beberapa wilayah di Kita yang belum terakses internet," ujar Rano usai penandatanganan MoU Tangerang Smart City Partnership bersama 30 Kabupaten dan Kota di Indonesia, di Balaikota Tangerang, Selasa (20/09). 

Untuk itu, Rano mengklaim telah mendorong penerapan smart city di delapan Kabupaten/Kota di Banten, untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi pelayanan publik, melalui aplikasi elektronik smart city.

"Kita dorong delapan Kabupaten dan Kota agar menerapkan ini. Kalau sudah jalan, Pemrov Banten tinggal mengutip. Dan, ini mudah saja, awalnya yang membangun Kabupaten dan Kota. Tapi kalau internal Provinsi KP3B kita sudah ada," lanjutnya.

Sedianya, Rano juga menyebut bila area blank spot atau titik kosong (internet) di Banten juga terjadi di beberapa tempat wisata. Seperti Ujung Kulon dan Tanjung Lesung.

"Sebagai tempat pariwisata, ini bahaya karena tidak terdukung oleh jaringan yang bagus. Kedepan kita akan berkomunikasi dengan perusahaan penyedia layanan broadband untuk membangun infrastruktur internet di area-area tersebut," ujarnya. K6/Red

Berita Lainnya