Pabrik Obat dan Jamu Palsu di Tangerang Digerebek

 
Rabu, 10/08/2016 11:25 WIB
Pabrik Obat dan Jamu Palsu di Tangerang Digerebek (Ilustrasi: )

LenteraNews – Tangerang -- Polda Banten dan Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Provinsi Banten menggrebek sebuah pabrik obat dan jamu palsu PT Bilca Markin Makmur Jaya di Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, Selasa (09/08/2016) malam.

Dalam penggerebekan tersebut petugas gabungan mengamankan puluhan jenis obat dan jamu yang di produksi tanpa label resmi. 

Saat penggerebekan polisi menemukan tiga puluh jenis obat dan jamu ilegal dengan merek dagang terkenal, diantaranya pil kuat dan ricalinu serta obat-obatan dengan merek dagang cina. 

Namun sayang, saat penggerebekan berlangsung di Kampung Cilongok, RT 05/16, Desa Sukamantri, Kecamatan Pasar Kemis, Kabupaten Tangerang, Banten, petugas tak menemukan pemiliknya. Di pabrik ini hanya terdapat segelintir orang karyawan yang sedang bekerja. 

Direktur Reserse Narkoba Polda Banten, Kombespol Juliet Permadi Wibowo mengatakan, pabrik tersebut harusnya memproduksi kemasan karton dan kardus, namun di balik itu semua, pabrik yang telah berdiri sejak satu tahun silam ini telah memproduksi obat dan jamu tanpa resep dan label resmi dari BPOM maupun Dinas Kesehatan. 

Dalam sehari, kata dia, pabrik tersebut mampu memproduksi pil sebanyak miliaran butir yang diedarkan ke daerah Jakarta dan Banten. “Omsetnya pun cukup besar hingga ratusan juta rupiah,” ujarnya. 

“Kami telah melakukan pengintaian selama satu tahun terakhir, sebelum akhirnya menemukan lokasi pasti memproduksi obat dan jamu abal-abal tersebut,” ujarnya. 

Sementara Kepala BPOM, Kashuri menjelaskan, penggerebekan ini merupakan hasil pengembangan yang dilakukan pada Agustus tahun 2015 silam. “Dimana pada saat itu petugas menemukan pabrik abal-abal yang memproduksi obat dan jamu palsu,” ujarnya. 

“Jika di konsumsi dengan jangka panjang maka akan menyebabkan terjadinya infeksi pada lambung serta menyebabkan kerusakan pada fungsi hati,” jelasnya. 

Guna kepentingan penyidikan, obat-obatan dan jamu palsu ini dibawa oleh petugas sebagai barang bukti. Petugas masih mendalami temuan pabrik tanpa izin tersebut. (nies)

Berita Lainnya