Sengketa Ahli Waris, perlambat Pembebasan Lahan Kantor OPP Merak

 
Rabu, 6/01/2016 00:28 WIB
Sengketa Ahli Waris, perlambat  Pembebasan Lahan Kantor OPP Merak   (Ilustrasi: )

LenteraNews.com – Cilegon - Akibat saling klaim ahli waris, pembebasan  lahan di lingkungan Lahar Mas, Kelurahan Taman Sari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon yang rencananya akan dibangun  Kantor Otoritas Pelabuhan dan Penyeberangan (OPP) Merak pada Kementerian Perhubungan RI  terancam  terhambat.

Saiful Bahri yang mengaku ahli waris mengungkapkan,  tanah yang dijual untuk Kantor OPP Merak  tersebut terdapat lahan yang masih  menjadi miliknya sebagai ahli waris, yang saat ini menjadi toko pusat  oleh-oleh khas  Bandung, rumah makan padang, dan rumahnya.

"Lahan yang saat ini dibangun toko oleh-oleh khas Bandung, rumah makan padang, dan rumah saya sendiri  masih punya saya. Tapi dalam jual beli itu, tiga lahan itu telah  dijual juga. Kami pun sudah melakukan upaya hukum atas lahan saya seluas 752 meter persegi," Kata Saiful.

Sementara menurut Munandar yang juga mengaku sebagai ahli waris, menurut dia, pihaknya menjual tanah tersebut berdasarkan ahli waris orang tuanya berupa sertifikat tanah. Ia mengatakan lahan miliknya tersebut termasuk lahan milik Pak Saiful.

"Saya, hanya menjual berdasarkan bukti sertifikat yang ada. Dalam sertifikat ini lahan yang menjadi rumah Pak Saiful, toko oleh-oleh Bandung dan rumah makan padang itu  termasuk. Tapi akan diselesaikan secara kekeluargaan  dulu," Ujarnya.

Sementara, ditempat yang sama, pembeli lahan Tubagus Syahroni mengaku  pihaknya hanya akan melakukan pembongkaran sesuai dengan sertifikat yang ada. Adapun masalah masih adanya permasalahan diinternal keluarga ahli waris, pihaknya tidak ingin tahu.

"Saya juga sudah sepakat, kita tidak membongkar dulu  rumah milik Pak Saiful Bahri, toko oleh-oleh Bandung, dan rumah makan padang. Walaupun di dalam sertifikat yang saya beli termasuk ketiga lahan tersebut, tapi saya tetap  memberi toleransi ke pihak keluarga untuk menyelesaikan permasalahan itu  secepatnya, sebab Januari ini lahan yang saya beli harus diratakan dan kosong dari bangunan,"Tegas Roni. Ardi

Berita Lainnya