Rano : APBD Perubahan Bertambah Rp333 M

 
Senin, 21/09/2015 21:22 WIB
Rano : APBD Perubahan Bertambah Rp333 M (Ilustrasi: )

LenteraNews - Serang - ‎Pemprov Banten mengusulkan penambahan anggaran dalam perubahan APBD 2015 sebesar Rp333 miliar lebih dibandingkan dengan APBD 2015 lalu. Penambahan itu diusulkan Gubernur Banten dan akan segera dibahas oleh DPRD Banten dalam waktu dua hari sebelum disahkan menjadi APBD-P 2015.

 

Dalam rapat paripurna penyampaian nota pengantar raperda perubahan APBD 2015, Gubernur Banten Rano Karno mengusulkan penambahan anggaran tersebut dihadapan anggota DPRD Banten yang hadir. Dalam postur APBD-P ‎2015, pendapatan daerah hanya naik Rp 106 juta dibanding dalam APBD 2015, dari semula pendapatan daerah sebesar Rp7.644.739 triliun menjadi Rp7.644.633 triliun. Sedangkan belanja daerah naik Rp333 miliar dari APBD 2015 sebesar Rp8.947 triliun menjadi Rp9.280 triliun dalam perubahan.

 

"Ada beberapa pos anggaran yang ditambah, ada juga yang dikurangi. Kami berharap DPRD segera membahasnya untuk kemudian disetujui menjadi perda APBD Perubahan 2015," kata Rano saat menyampaikan perubahan APBD 2015, Senin (21/9).

 

Dalam belanja daerah, baik belanja langsung dan tidak langsung beberapa pos anggaran ditambah. Secara keseluruhan anggaran belanja tidak langsung naik sebesar Rp44.877 miliar menjadi Rp4.972 triliun. Sebelumnya belanja tidak langsung dalam APBD 2015 hanya Rp4.927 triliun.

 

Begitu juga dengan belanja langsung, kenaikan anggarannya mencapai Rp288 miliar lebih menjadi Rp4.308 triliun dari sebelumnya dalam APBD 2015 sebesar Rp4.020 triliun.

 

Menurut Rano, meskipun belanja daerah bertambah, namun beberapa pos belanja dikurangi, diantaranya belanja pegawai dalam APBD Perubahan dikurangi Rp20 miliar menjadi Rp573 miliar dari sebelumnya Rp593 miliar lebih. Berikutnya belanja hibah berkurang Rp57,8 miliar dari Rp1.611 triliun menjadi Rp1.553 triliun. Adapun pos anggaran yang ditambah yaitu belanja bantuan kabupaten/kota, pemerintah desa dan parpol ditambah Rp83,225 miliar menjadi Rp638,729 miliar dari sebelumnya yang hanya dianggarkan Rp555,504 miliar. Selanjutnya anggaran belanja tidak terduga ditambah Rp15 miliar menjadi Rp20 miliar dari sebelumnya yang dianggarkan dalam APBD 2015 sebesar Rp5 miliar.

 

Selain yang dikurangi dan yang ditambah, ada juga yang tetap, yaitu belanja bantuan sosial. Dalam perubahan APBD tetap sebesar Rp136,250 miliar,” ungkap Rano.

 

Usai menyampaikan nota pengantar perubahan APBD 2015, Rano mengakui ada selisih belanja daerah dengan kemampuan (pendapatan) daerah sebesar Rp1.635 triliun. Selisih atau defisit anggaran dalam perubahan APBD 2015 meningkat dibandingkan selisih saat APBD 2015.

 

Jika dalam APBD murni selisih belanja daerah dan pendapatan sebesar Rp1.303 triliun, kini dalam perubahan selisihnya mencapai Rp322 miliar. Namun dalam teknis penganggaran, selisih ditutup dari pembiayaan daerah (Silpa APBD sebelkumnya) sebesar Rp1.907 triliun, dimana akhirnya postur APBD perubahan menjadi seimbang. Pengeluaran anggaran dalam pembiayaan daerah hanya Rp272 miliar untuk Jamkrida Rp22 miliar dan PT BGD Rp250 miliar. Sisanya cukup menutup defisit anggaran,” jelasnya.

 

Ketua DPRD Banten Asep Rahmatullah mengatakan, nota pengantar perubahan APBD 2015 yang telah disampaikan gubernur akan langsung ditindaklanjuti sesuai dengan mekanisme yang berlaku. “Akan segera kita bahas dan nota pengantar gubernur ini menjadi bahan bagi setiap fraksi untuk mengkajinya kembali, sebelum besok digelar dalam rapat paripurna pandangan umum fraksi-fraksi terhadap penyampaian perubahan APBD 2015,” katanya.

 

Asep mengaku optimis jika pembahasan APBD Perubahan 2015 akan selesai diakhir September. “Setelah dibahas oleh masing-masing fraksi, kemudian gubernur akan memberikan jawaban atas pandangan umum fraksi. Nanti setelah Idul Adha kita akan paripurnakan persetujuan perda perubahan APBD 2015,” ungkapnya. Roel

Berita Lainnya