Pasangan Intan Miliki Dana Kampanye Paling Besar

 
Jum`at, 28/08/2015 16:50 WIB
Pasangan Intan Miliki Dana Kampanye Paling Besar (Ilustrasi: )

LenteraNews - Pandeglang - Laporan Awal Dana Kampanye (LADK) ketiga Pasangan Calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati yang disetorkan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pandeglang, beberapa hari yang lalu. Paslon Irna Narulita dan Tanto Warsono Arban (Intan) salip dana kampanye Paslon Aap Aptadi dan Dodo Djuanda (Apdol) serta Paslon Ratu Siti Romlah dan Yan Riadi (RR).

Data yang dihimpun, dari ketiga Paslon tersebut LADK-nya yang paling besar yaitu Paslon Intan tercatat per tanggal 24 Agustus 2015 kas direkening Rp. 500 ribu dan kas dibendahara yang tercatat direkening juga Rp. 10,15 juta serta totalnya Rp. 10,65 juta. Sedangkan Paslon RR kas direkening Rp. 5 juta dan dikas bendahara yang tercatat direkening juga Rp. 200 ribu totalnya Rp. 5,2 juta. Dan yang paling terkecil yaitu Paslon Apdol kas direkening Rp. 100 ribu dan kas dibendahara yang tercatat direkening juga Rp. 100 ribu totalnya Rp. 200 ribu. Rekening ketiga Paslon yang disetorkan ke KPU, rekeningnya dari Bank Jabar (BJb) cabang Pandeglang.

Ketua Pokja kampanye KPU Pandeglang Ahmad Munawar mengatakan, ketiga Paslon Bupati dan Wakil Bupati sudah menyetorkan LADK kepada pihaknya. Untuk sementara dari data rekening yang disetorkan ketiga Paslon tersebut, yang paling besar Paslon Intan dan yang paling terkecil Paslon Apdol.

“Kami sudah menerima LADK dari ketiga Paslon dan kami juga sudah menginformasikannya melalui web resmi KPU Pandeglang. Dari data rekening yang kami terima, untuk sementara paling besar Paslon Intan. Kami juga membatasi dana kampanye dan penggunaannya jangan melebihi dari ketentuan yang berlaku yaitu Rp. 14 miliar,” kata Munawar, Jumat (28/08).

Munawar menjelaskan, sesuai PKPU nomor 8 tahun 2015 pihaknya hanya sebatas menerima laporan dari Paslon dan menyetorkannya kembali kepada Kantor Akuntan Publik (KAP). Jadi yang melakukan pengecekan kepatuhan pengunaannya dana kampanye itu secara detailnya pihak KAP tersebut, jelasnya.

“Kami hanya sebatas menerima laporanya saja dan yang melakukan pengecekan kepatuhannya pihak KAP, hal itu sesuai aturan yang berlaku. KAP juga akan melakukan audit dana kampanye di mulai pada tanggal (7-22/9), dan akan menyamapaikan hasil audit KAP kepada kami tanggal (23/9). Setelah kami terima, kami akan mengumumkannya pada tanggal (26/9),” ujarnya.

Ketua KPU Pandeglang Ahmad Suja’i menambahkan, kalau ada kelebihan dana kampanye dari ketentuan yang berlaku, Paslon harus mengembalikan ke kas Negara. Kalau dananya melebihi menurutnya tidak akan didiskulifikasi, kecuali Paslon tidak melaporkan dana kampanye dan penggunaannya pada tanggal (6/12) barulah pencalonannya bisa dibatalkan, kata Suja’i.

“Dana kampanye Paslon yang melebihi kententuan harus mengembalikanya ke kas Negara. Kami bisa mendiskulaifikasi Paslon itu, jika tidak melaporkan dana kamapanye dan penggunaannya. Kalau dana kampanye melebihi tidak ada sanksi diskualifikasi, karena aturanya seperti itu,” ujarnya. Gus

Berita Lainnya