Indonesia Power Tolak, Pembangunan Pasar Jumat Pemkota Cilegon

 
Rabu, 6/01/2016 18:08 WIB
Indonesia Power Tolak, Pembangunan Pasar Jumat Pemkota Cilegon  (Ilustrasi: )

LenteraNews – Cilegon - Pemerintah Kota Cilegon melalui Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) akan membangun pasar Jumat di kawasan pantai kelapa tujuh, Kelurahan Suralaya, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon.Tapi rencana tersebut sepertinya tidak berjalan  mulus, sebab  lahan yang akan digunakan untuk pasar ditolak oleh PT. Indonesia Power ( IP ) selaku pengelola lahan.

Penolakan pemanfaatan lahan untuk pasar Jumat tersebut, karena  status lahannya  milik negara. Hal itu diungkapkan  Manager SDM dan Humas PT IP, Hamdan, dalam rapat dengar pendapat (hearing) bersama Komisi II DPRD Kota Cilegon dan Disperindagkop, Rabu (6/1)

"Jadi lahan yang kita tempati adalah tanah negara, dan kita tidak berhak untuk melepas ataupun memberikan izin untuk pembangunan pasar. Apalagi bangunan yang sifatnya permanen." Jelas Hamdan singkat.

Ditempat yang sama, Kepala Disperindagkop Kota Cilegon, Dikrie Maulawhardana mengungkapkan, penolakan dari PT IP itu jelas menjadi kendala tersendiri bagi Pemkot Cilegon dalam mendukung laju pertumbuhan ekonomi masyarakat.

" Kalau lahan untuk dibangun pasar Jumat ditolak, terus kita akan  mencari lahan kemana lagi. Sedangkan pasar yang ada di kawasan Lebak Gede, Kecamatan Pulomerak saat kondisinya sudah tidak memungkinkan lagi," Kata Dikrie.

Menurut Dikrie, selama warga Suralaya dan Lebak Gedek sendiri  harus menempuh jarak yang cukup jauh ketika ingin ke pasar Merak, karena tidak ada pasar lain." Jadi jika pasar Jumat ini dibangun, otomatis warga tidak jauh lagi untuk belanja kebutuhan sehari-hari," Tutupnya.

Sementara menanggapi persoalan lahan itu, Ketua Komisi II DPRD Cilegon, Hasbi Sidik meminta  Disperindagkop untuk tidak menyerah dalam merealisasikan rencana pembangunan pasar Jumat tersebut. "Kalau  lahan yang dibutuhkan itu milik negara, justru akan  lebih mudah dimohonkan, terlebih pasar sendiri untuk kepentingan masyarakat banyak,bukan kepentingan pribadi," katanya singkat. Ardi 

Berita Lainnya